Jumat, 11 Mei 2012

ranjang dosa


Anakku nakal, tapi tak kusangka akan setega itu padaku. dia mengintipku, kubiarkan, dia menggerayangi tubuhku dan memaksa menciumiku secara kurang ajar, juga kumaklumi, lalu lagi dia mengiba padaku, agar aku mau melakukan masturbasi padanya. sebagai seorang ibu, aku kasihan melihat anakku itu tersiksa oleh hasrat pubernya, dan akhirnya aku mau melakukan hal yang tak pantas itu, memasturbasi kemaluan anakku sendiri....!!! aku sudah seperti wanita linglung saja melakukan kebodohan itu, demi rasa sayang dan kasihanku padanya, sampai rela berbuat hal seberbahaya itu. tetapi sesudah semua itu kulakukan, sesudah perasaanku kacau balau, antara malu, risih dan tergugah hasratku sendiri sebagai seorang wanita dewasa yang normal, yang lagi kesepian ditinggal tugas sekian lamanya oleh ayah anakku itu. sedang kini, anakku yang rupanya tahu perasaan hati ibunya yang gundah dan resah oleh suasana yang ganjil tapi amat merangsang birahi itu, telah memaksa diriku untuk gantian dipuasi olehnya, juga dengan cara dimasturbasi. tentu saja aku menolak, karena ini sudah kelewat tak pantas, masak seorang ibu dimasturbasi oleh anak laki kandungnya sendiri....? Tapi aku kalah, karena aku tadi telah mau dilepasi pakaianku dan hanya tinggal mengenakan kutang dan celana dalam saja, saat aku memasturbasinya. akhirnya aku pun dilepasi kutang dan celana dalamku, dan aku dimasturbasinya sampai mencapai puncak kenikmatanku, aku keluar!!! dan dikala aku lemas tergeletak kelelahan, juga lemas oleh kejadian-kejadian yang tak wajar ini. aku yang masih telentang dan dengan pandangan tak percaya, menatap tubuh putih montok polosku dan tubuh ramping anakku yang bugil, kutarik anakku kediriku, kudekap tubuh anakku erat-erat, ingin sebenarnya aku menangis keras-keras, tapi kutahan, aku cuma terisak-isak sambil tetap memeluknya rapat-rapat ketubuhku. tiba-tiba kurasakan kecupan dan ciuman anakku diwajahku yang kini basah oleh deraian air mataku, belum sempat aku berkata-kata, aku merasakan kecupan dibibirku, disusul lumatan dimulut merekah mungilku, ciuman2 yang tak kusangka-sangka itu membuatku mulanya bingung, kemudian sadar. tapi belum sempat aku bereaksi, aku menjerit kaget, ketika tahu-tahu, anakku yang mula-mula kubiarkan untuk menciumi bibir, payu dara dan turun keperut ramping langsingku itu, ternyata telah membenamkan kepalanya ke sela-sela paha putih mulusku, yang memang masih kubiarkan terpentang lebar, dan terlambat, bibir mulutnya telah menyentuh bibir daging kemaluanku, lidahnya telah menjilati daging kemaluanku yang masih basah sekali itu, dan lidah anak lakiku menyeruak masuk kedalam celah daging lubang kemaluanku yang masih teramat sempit...!!! percuma aku berusaha untuk merapatkan pahaku, percuma aku mencoba mendorong kepalanya, sebab lidah panjang miliknya telah beraksi didalam lubang daging vaginaku. bagai mau copot rasanya jantungku oleh perbuatan gila-gilaan anakku sendiri itu padaku, yang ibu kandungnya sendiri, wanita yang mengandungnya dalam perut selama 9 bulan dan melahirkannya ke bumi...!!! kini anak yang kukandung dan kulahirkan itu mau memasturbasiku lagi, ibunya, tapi dengan cara yang lebih menjijikkan, yaitu dengan mulut dan lidahnya.....!!! Untung aku dapat segera berhasil melepaskan diri, sebelum lebih lama lagi lidah anakku bermain-main didalam bagian daging tubuhku yang paling terlarang dan paling peka itu, yang akan dapat membuatku benar-benar lupa diri dan nafsu birahi kewanitaanku jadi tak terkendali, aku pasti akan jadi lemah sekali bila sudah dirasuk oleh nafsu yang sedahsyat itu, yang disebabkan daging kemaluan milikku dimakan dan dilahap olehnya, dan pada akhirnya aku pasti tak akan berdaya bila anakku mau berbuat yang lebih jauh! aku segera lari keluar dari kamarnya dan mengunci diriku dikamarku sendiri.

Kita sama-sama tak pernah menyinggung apalagi membicarakan kejadian yang tak lazim itu selama beberapa waktu. dan anakku pun tak menunjukan gejala mau mengulangi lagi perbuatannya itu. aku jadi agak lega, dan mulai berlaku seperti biasa lagi padanya, tak lagi menjaga jarak dengan anakku itu.aku yang sudah tak marah padanya, karena memang aku juga tak punya alasan yang kuat untuk marah terus padanya. juga tak mau mengungkit-ungkit hal itu lagi. maksudku agar anakku lupa kejadian itu, aku juga berusaha untuk melupakannya, yang jelas hal yang paling kutakutkan tak sampai terjadi diantara kita ibu beranak yang sekandung. lagi pula tak ada yang tahu kejadian tak senonoh itu, hanya kita saja berdua yang mengalami dan yang tahu.

Maka beberapa waktu kemudian, aku mau lagi untuk di peluk cium selamat malam dan selamat tidur seperti dulu lagi. juga tak menolak ketika dia lupa dan masuk kekamarku untuk melakukan hal itu dikamarku, meski aku yang bila sudah didalam kamarku, sering sudah bertelanjang bulat, karena aku memang terbiasa bila tidur tak pakai apa-apa, kecuali sehelai selimut tipis. kubiarkan anakku memelukku dan menciumiku diatas ranjangku dengan badanku cuma ditutupi selimut tipis kecil dibagian depan tubuhku saja. juga tak keberatan, anakku cuma mengenakan cawat yang minimnya. setelah beberapa malam selalu demikian, dan anakku tak berbuat apa-apa yang aneh-aneh padaku kala kita berpeluk-pelukan, bercium-ciuman dan saling elus mengelus di dalam kamarku itu, aku jadi kini benar-benar lega. anakku sudah sadar, sadar bahwa hal yang dulu ia lakukan pada diriku, yang ibu kandungnya sendiri itu amat sangat tak patut, tak layak dan sebenarnya juga terlarang sekali dilakukan olehnya, sebagai anak....apalagi anak laki kandung.

Akupun mulai membiarkan anakku itu untuk menciumiku agak lebih lama, dan juga kubiarkan saja selimut tipis kecilku melorot kebawah badanku, hingga membuat ke2 bukit daging montokku bersentuhan langsung dengan dada bidangnya yang juga tak tertutup apa-apa itu, meski tak rapat tetap terasa juga persentuhan daging-daging milik kita ibu beranak, terasa hangat dan kenyalnya. dan pernah pula entah kenapa selimut kecilku tertarik sampai tak lagi menutupi tubuh telanjang polosku sama sekali, jadi aku dipeluk dan ditindih dalam keadaan telanjang sama sekali oleh anakku yang cuma bercawat minim. tapi, juga tak terjadi apa-apa, tangan anakku memang memeluk pinggang polosku, mengelus-elus tubuh polosku, payu dara putih montokku juga disentuh tangannya, pinggulku yang masih membulat bagus juga pernah ia pegang-pegang, telapak tangannya juga ditaruhkan di kedua belah paha polosku, pernah sampai hampir menyentuh ke gundukan daging terlarangku, tapi karena tak sampai tersentuh, ya kubiarkan saja. dan karena cuma itu-itu saja yang terjadi atau yang dilakukan oleh anak lakiku itu, yang entah dilakukan secara kebetulan atau pun secara sengaja, tapi karena¸ tak melakukan hal-hal yang lebih jauh, maka kuanggap tak membahayakan bagi kita ibu beranak berdua, maka semuanya itu kubiarkan saja. dan nyatanya memang selama itu aku dan anakku sudah tak pernah lagi saling melakukan masturbasi yang seperti dulu, anakku memang tak pernah meminta padaku lagi. aku sungguh bersyukur sekali didalam hatiku, Terima kasih Tuhan, anakku telah benar-benar sadar akan kesalahannya.

Dan, akupun tak keberatan, satu malam anakku yang katanya letih sekali badannya habis digojlok oleh guru olah raga siang tadi disekolah, minta aku untuk memijiti dan membantunya melemaskan otot-otot badannya, sejak kecil aku dan anakku memang senang berpijit, dan anakku pun suka belajar memijit dan sudah pintar juga setelah kuajari memijit yang enak. maka kusuruh dia masuk kekamarku saja, sebab ranjangku lebih besar dan jadi lebih leluasa memijitnya. kudiam saja ketika anakku melepas cawat satu-satunya yang ia kenakan dimalam itu, dan telungkup bugil diatas ranjangku. Kupijit badan anakku itu dengan lembut tapi kuat dan penuh kasih sayang dari seorang ibunda. kuurut otot-ototnya yang mengeras agar melemas kembali, mulai dari leher, bahu, punggung hingga ke betis kakinya. tapi ketika mengurut dan memijit bagian depan anakku, tentu saja aku tak mau melihati bagian itunya, awalnya jengah juga, tapi karena anakku memejamkan matanya, aku jadi tak seberapa malu. dan aku menghindari menyentuh kebagian milik anak lakiku yang paling berbahaya bagi kaum wanita dewasa dan sematang diriku itu sebisa-bisaku. hatiku terus terang memang mendesir, dan darahku mengalir deras tanpa aku mampu mencegah, masih jelas teringat olehku, benda milik anak lakiku yang termasuk besar dan panjang sekali bagi ukuran lelaki biasa, sudah begitu kokoh,tegang dannampak jelas luar biasa perkasanya, kuat dan tangguh sekali, dan batang daging yang seperti itulah yang paling didamba-dambakan oleh para wanita-wanita dewasa dan matang seperti diriku ini dalam mencari kepuasan daging jasmani duniawi yang paling total, sebab hanya dengan batang daging seperti yang dipunyai oleh anak lakiku itulah, para wanita dewasa dan matang yang rata-rata kuat dan besar sekali napsunya itu baru terpuaskan sepuas-puasnya seluruh napsu-napsu seksual kewanitaannya!!! dan ketangguhan batang daging milik anak lakiku itu sudah kubuktikan sendiri, lewat peristiwa saling masturbasi dulu itu ...!!! tak terbayang bagiku, wanita dewasa dan matang mana yang sanggup dan tahan disiksa dalam kenikmatan yang amat dahsyat oleh batang daging yang sekuat dan tahan lama milik anak lakiku itu...??? setiap kali jari-jari lentik halusku tersentuh tak sengaja dan memang tak dapat kuhindari harus menyentuh batang keras milik anakku itu, tak hanya anakku menggelinjang, tapi badanku ikut-ikutan menggelinjang, tanganku gemetaran hebat, aku malu sekali. dan kuakui badanku jadi panas dingin, dan ‘itu ‘ ku basah sekali tanpa kusadari, dan tak dapat kucegah ketika makin basah dan makin basah....., maka buru-buru kusudahi mengurut dan memijat sekujur badan anak lakiku itu. aku sudah tak tahan....... tak tahan!

lalu gantian anakku yang mau memijiti badanku, mula-mula aku menolak tak mau, tak usahlah. hatiku sudah tak enak, tubuhku yang sudah panas dingin rasanya tak mengijinkan bagiku untuk dipijiti disaat sekarang ini, apalagi oleh tangan kasar lelaki yang kokoh, menyentuh lalu meraba, mengurut dan memijiti. tapi, aku tak kuasa untuk menolak kebaikan hati dan rasa kasih dan sayang dari anak lakiku itu. Aku mulai melepasi daster tipis longgarku, lalu kutangku, sempat ragu aku untuk melepas celana dalam bikini kecilku. buru-buru aku telungkup diranjangku,agar anak lakiku tak sempat lama-lama dan melihat banyak bagian depan tubuh putih polosku itu. akupun sampai tak sempat untuk melihati anakku sudah mengenakan kembali cawatnya apa belum? seperti janjinya saat mau memijiti diriku. aku diurut dan dipijitnya, enak sekali dan anakku memang sudah pandai setelah kuajari selama ini. tapi darahku jadi mengalir lebih cepat dan napasku jadi memacu lebih kencang, serta tubuhku makin panas dingin, itu terjadi setiap jari-jemari anakku, entah sengaja atau tidak sengaja, telah menyentuh kebagian-bagian dagingku yang paling terlarang dan paling sensitif, celah yang sempit dan sudah basah itu disentuhnya, tentu saja geli bukan main, dan jadi semakin basah dan basah.... padahal sentuhan jari anakku itu halus dan lembut sekali, tapi akibat yang kurasakan luar biasa! malu untuk menggelinjang, tubuhku jadi kaku, mengejang, aku menahan dan menahan untuk tidak mengerang, merintih apalagi terengah nafsu! aku jadi malu sendiri, malu kenapa aku jadi merasakan rasa geli ini dan timbul nafsu birahi yang luar biasa...!!! dan ketika anak lakiku acuh saja, dan terus dengan sabar mengurut dan memijiti sekujur tubuh bugil telanjangku, tetap lembut tidak kasar, aku jadi semakin malu sendiri, aku yang punya pikiran kotor, padahal anakku tak bermaksud apa-apa dengan sentuhan sentuhannya kendati dibagian daging paling terlarangku! tapi......, tapi ...... 

dan, ketika aku disuruh membalikan badanku, aku terkejut, semakin risih dan jengah, aku yang telentang terpekik kaget. sebab ternyata anak lakiku sebugil diriku! anakku tak memakai kembali cawatnya, jadi bertelanjang bulat anakku itu memijiti diriku yang juga telanjang bulat! aku memprotes dan mencoba untuk menutupi bagian yang paling terlarang ditubuhku itu dengan kedua telapak tanganku. Ya, Tuhan! jadi selama aku dipijiti, aku dan anakku sama-sama tak mengenakan apa-apa secuilpun! dan kini, aku dan anakku jadi saling berhadap-hadapan bugil polos, dan batang dagingnya itu, Ya, Tuhan! tegang dan berdiri kokoh, mengerikan! tapi juga membuat degup jantungku makin berdegup keras luar biasa! mataku nanar dan adu tatap dengan mata anakku yang juga nanar. aku berusaha duduk, tapi tiba-tiba didorongnya sehingga tubuhku kembali telentang diatas ranjangku. aku menjerit marah oleh perlakuan kasarnya yang pertama kali itu dilakukan padaku dimalam yang naas itu, belum sempat aku marah dan mau bertanya pada anakku, apa maksudnya berbuat sekasar itu pada diri ibundanya? aku menjerit dan memekik kaget luar biasa dan lebih keras serta meronta, Ya aku meronta dan meronta, ketika tiba-tiba anakku menindihi tubuhku yang bugil itu dengan tubuhnya yang juga bugil itu, dan menciumi wajah cantik jelitaku secara bertubi-tubi, habis sudah seluruh wajahku diciumi oleh anak lakiku itu, dahi, mata, pipi, kuping, dagu, mulut, bibir bahkan rambut hitam lebat dan harumku diciumi sejadi-jadinya.... disusul leher putih jenjangku, bahu polosku tak luput dari ciuman mulutnya yang panas, buntu pikiranku diserang oleh ciuman yang luar biasa nafsu dan derasnya itu. dan buah dada putih montok menantangku diremas-remasnya! aku benar-benar kelabakan dan kacau balau hatiku, dan tiba-tiba aku mulai ketakutan! Anak laki-lakiku ternyata masih memendam hasrat birahi kedagingan yang besar sekali pada diriku....! ibu kandungnya sendiri....!!!

Aku coba melawannya, juga coba untuk memperingatkannya, bahwa ia tak boleh memperlakukan ibu kandung sendiri secara begini, ini salah, ini terlarang, ini kurang ajar dan ini dosa!. tapi, sia-sia. Anakku sudah kesetanan, rupanya iblis sudah benar-benar merasuki dirinya, sehingga percuma aku untuk menyadarkan dirinya. habis sudah mulutku dilumatnya, habis sudah sekujur tubuh putih montokku digerayangi oleh tangan-tangan kasarnya secara kurang ajar sampai tak bersisa, dan akibat gerayangan tangan tak senonohnya aku jadi tergelinjang-gelinjang kegelian! dan ganti kedua buah dada putih montokku habis sudah diciumi secara berganti-gantian, dan putik susuku dikemotnya, disedot-sedotnya sampai aku tak tahan rasa gelinya, dan aliran rasanya sampai kebagian daging kemaluanku! anakku yang tak tahu bahwa sedotan sedotan diputik susuku itu akan membuat aku berubah jadi seorang wanita yang jalang dan liar, terlebih bila dibarengi dengan gelitikan dibagian daging kemaluanku, persis seperti yang anakku lakukan saat ini, napsuku kini jadi mendidih, aku menangis keras-keras! bukan tangis sedih, tapi tangis karena tak tahan oleh napsu yang mendidih didalam seluruh daging tubuhku......!!! sebab diperlakukan seperti yang sedang dilakukan oleh anak lakiku itulah, titik kelemahanku sebagai wanita dewasa dan matang, aku pasti langsung napsu dan luar biasa napsu bila dirangsang secara demikian! dan, ternyata ciuman-ciuman ganas anakku turun, sampai keperutku yang masih ramping dan langsing kendati telah pernah berisikan 3 bayi. dan turun terus kebawah dan kebawah.... kemaluanku sementara dilewatkan oleh anak lakiku! gila ngak? kedua belah paha putih mulusku, diciuminya seluruhnya, lalu betis indahku, sampai ketumit dan jari-jari kakiku yang bagus lentik, habis diciumi dan dikemoti satu persatu! diperlakukan seperti ini oleh anak lakiku, tubuhku sudah tak keru-keruan lagi rasanya, panas dingin silih berganti, kepala berdenyut-denyut keras, mata sudah tak kuasa kubuka, napas dari memburu kencang sampai akhirnya terengah-engah hebat, degup jantung seakan bisa menjebolkan biliknya, rambutku sudah awut-awutanakibat kepala yang kugeleng-gelengkan sejadi-jadinya, air mata telah membasahi wajah ayuku, peluh sudah sedari tadi berkilauan disekujur tubuh putih montokku! dan pikiranku buntu dan macet! hatiku sudah sulit kulukiskan keadaannya! perasaanku sudah tak mungkin kuungkapkan lagi seperti apa sekarang ini? sedang bathinku? bathin seorang wanita yang sedang dipacu nafsu birahinya dan mau melakukan segala-galanya, asal nafsu-nafsunya itu dapat terlampiaskan saat ini juga, berperang dengan bathin cinta seorang ibu yang suci, tulus, bersih yang tak mau semuanya itu dihancurkan oleh nafsu kedagingan semata-mata ini, yang dibangkitkan oleh setan iblis yang merasuk masuk dan memaksa mereka ibu dan anak sekandung, sedarah dan sedaging ini, untuk melakukan suatu pemuasan nafsu daging secara hewani dan binatang murni........ maka aku ketakutan luar biasa, sayangnya bercampur juga dengan perasaan geli nikmat yang juga luar biasa.......!!! sebab wajah anakku kini terbenam kebagian bawah tubuhku yang paling terlarang itu, Ya, wajah anak lakiku terbenam sudah kedaging bercelah milikku yang sudah basah kuyup oleh lendir yang keluar dari dalam tubuhku itu akibat terangsangnya nafsu birahi kewanitaanku secara dahsyat itu. diciumi, dijilati membuat tubuh putih montok telanjang bulatku bukan lagi mengejang tapi sudah kaku saking tak tahanku oleh rasa geli nikmat yang luar biasa hebat dan dahsyatnya itu.............. pecah tangisku sejadi-jadinya! aku coba melawannya mati-matian, kudorong kepalanya, tak berhasil. kupukul kepalanya, anakku tetap membenamkan wajahnya kedaging kemaluanku itu lebih dalam lagi. kucoba rapatkan kedua belah paha putih mulusku, tapi aku kalah kuat. malah kedua belah pahaku itu berhasil dipentangkannya lebih lebar dan lebih lebar lagi, sehingga anak lakiku semakin leluasa melahap dan memakan daging kemaluanku itu! akhirnya tubuh telanjang bulatku yang sudah mandi peluh itu ambruk dan sambil menangis makin tersedu-sedu, aku membiarkan anak lakiku untuk menciumi, menjilati dan mengemoti daging itilku, lalu memasukan lidahnya kedalam celah daging kemaluanku itu dan mnciumi bagian dalam daging kemaluanku itu, dan ketika lendirku keluar dan keluar terus akibat dirangsang oleh lidahnya itu, dan juga karena nafsuku, dihirupnya tanpa rasa jijik sama sekali, kepalaku rasanya seperti mau pecah, mengalami semuanya ini. kututupi wajahku dengan kedua telapak tanganku, seolah-olah aku malu sekali daging kemaluanku dimakan oleh anak laki kandung sendiri sampai seenak ini rasanya......! Ya, Tuhan! hal yang dulu itu terjadi lagi, malah yang semakin jauh yang terjadi saat ini. Ya,Tuhan! dosa dan salah apa aku dan anak lakiku ini sampai harus menanggung cobaan yang sebesar ini? keluhku dalam hatiku, bathinku bagai disayat-sayat rasanya. tapi lain dengan dagingku, terutama daging dikemaluanku, sebab celah daging kemaluanku itu kini semakin basah dan kuyup oleh campuran lendir nafsu dan ludah anak lakiku. serasa seperti melayang-layang diawang-awang diriku saat ini, antara sadar dan tak sadar, merasakan anak laki kandungku yang makin lama makin ganas dalam memakan daging kemaluanku, ciuman, jilatan dan hirupan mulutnya pada kemaluanku itu benar-benar lama, dan lama sekali.... rasanya anakku seperti tak puas-puasnya memakan dan melahap daging kemaluanku itu! rakusnya luar biasa! apalagi daging tubuhku ternyata telah mengkhianati diriku, dengan merespon lahapan ganas anakku itu, ditambah erang rintihku, engahan napasku, isak tangisku lengkaplah sudah yang anakku maui dariku. napsu anak lakiku untuk memakan daging kemaluanku seperti kupacu, ketika aku sendiri juga sudah bukan napsu lagi tapi sudah lebih dari napsu! sebab kan yang kini sedang memakan daging kemaluanku kan, bukan suamiku? bukan laki-laki yang tak ada ikatan kerabat denganku, tapi, anak muda ini kan, darah dagingku sendiri? jadi napsu apa itu namanya? apa tidak lebih dari sekedar napsu yang biasa?

kacau balau luar biasa hatiku oleh perbuatan buas anak lakiku itu, yang tak kuduga-duga telah melahap kemaluanku dalam waktu yang bukan lama lagi, tapi seabad rasanya bagiku! entah berapa kali sudah aku keluar, ya keluar oleh puncaknya kenikmatan yang aku terima dari rakusnya anakku memakan daging kemaluanku itu. yang pakai cara apapun sudah tak mungkin lagi aku untuk menahannya, bagai bendungan yang jebol, aku menjerit-jerit dalam puncak2 kenikmatan orgasmeku, akibat lahapan dikemaluanku itu, dan aku tak ingat telah terjadi berapa kali? maluku sudah tak ketulungan lagi, tapi aku sudah pasrah, tak berdaya! 

kini, tinggal perang bathin yang dahsyat yang sedang berkecamuk didalam hatiku, antara sebagai ibunya dan sebagai wanita dewasa yang matang dan normal nafsu seksnya; antara memegang teguh kesucian dan membiarkan perbuatan dosa; antara menjaga ketulusan, kebersihan cinta kasih ibu-anak dan nafsu birahi yang sudah layaknya dilakukan oleh binatang-binatang hewan yang tak punya nilai susila; antara tetap menjunjung tinggi akhlak moral dan merasakan kenikmatan kedagingan yang kotor, menjijikan tapi enaknya tak ada bandingnya; antara nafsu birahi biasa atau nafsu birahi hewani yang dahsyat; dan ketika perang bathin itu masih berlangsung tanpa tahu kapan berakhirnya, tiba-tiba aku mengerang dan melonglong kuat-kuat, sebab tak tahan oleh tusukan yang terjadinya secara mendadak, menghantam persis dibagian luar rahimku! gila! benar2 anakku ini gila, bagaimana dia dengan lidahnya mampu menyentuh bagian yang amat sensitifku yang sedalam itu? dan tak hanya itu saja masih dibarengi dengan gerakan memutar keseluruh dinding daging vaginaku! rasanya nyawaku seperti mau lepas dari badanku, saking nikmatnya daging kemaluanku itu dijilat seluruhnya dengan lidah anakku itu! Ya,Tuhan! aku bisa gila! benar-benar bisa jadi gila! bila disiksa terus menerus seperti ini oleh anak lakiku! tanpa aku nanti di.... di...di.... tak berani aku untuk meneruskan jalan pikiranku yang aku sendiri merasa teramat jijik...!!! sampai tengadah total kepalaku kebelakang dan badan putih montok telanjang bulatku melengkung dan kucengkeram kuat-kuat dengan kedua belah tanganku ke masing2 kain sprei ranjangku, dan aku terengah hebat dan megap-megap, sia-sia segala upayaku untuk menahan rasa geli dan rasa nikmat sedahsyat itu yang melanda daging kemaluanku itu! dan pinggulku masih dinaikkan oleh anakku memakai kedua tangan kokohnya, maksudnya agar daging menggunduk yang terletak disela kedua pahaku itu dapat menguak lebih lebar, sehingga lidahnya dapat masuk lebih dalam dan lebih dalam lagi, dan nyatanya memang semakin masuk lebih dalam, dan semakin dalam! dan lendir nafsuku pun semakin membanjir keluar, dan tanpa merasa kotor apalagi jijk, dihirupnya semua-muanya, lalu ditelan dan dihirupnya lendir-lendir kemaluanku itu. aku jebol...... aku mulai merasakan melemahnya perlawananku dalam mempertahankan harkat dan martabatku sebagai ibunya, tinggal birahiku sebagai seorang wanita matang yang bukan mendidih lagi tapi sudah menggelegak bagai gunung merapi yang siap untuk meletus setiap saatnya.

Ya, diperlakukan seperti itu meski oleh anak lelaki kandung sendiri, dan begitu lamanya pula, akhirnya aku menyerah! rangsangan demi rangsangan yang dilakukan secara demikian pandainya oleh anak lelaki kandungku itu di daging kemaluanku, benar-benar telah membuatku mendidih digodok oleh api birahi kewanitaanku, saking napsuku aku sampai seperti orang yang kehilangan kesadarannya, dan aku mulai mengerang dan merintih-rintih tak henti-hentinya, sudah tanpa ada rasa malu sedikitpun juga. dan tubuh putih montokku yang bermandikan peluh itu mengeliat-geliat, meliuk-liuk tak keru-keruan dan sejadi-jadinya, tentu dengan lidah milik anakku tetap didalam lubang daging kemaluanku............... rasa geli dan rasa nikmat yang luar biasa dahsyat telah menguasai sekujur tubuh telanjang bulatku!!!

Dan, aku mulai meratap, air mataku yang mengalir turun semakin deras membasahi seluruh wajah cantik jelitaku yang merona merah jambu, rambut hitam lebatku yang sudah awut-awutan itu menutupi sebagian wajahku dan lengket oleh air mataku, kepalaku tak henti-hentinya kugeleng-gelengkan kesegala penjuru, untuk menolak dan menahan deraan dan siksaan kenikmatan2 yang melanda sekujur badanku, peluh yang keluar dari pori-pori kulit halus putih bersihku itu bagai tak mau berhenti, membuat tubuhku berkilau indah, itu semua karena tingkah polah tubuhku sudah bagai kuda betina liar yang lepas kendali. dan itu juga petanda aku sudah meledak hebat dalam puncak-puncak kenikmatan kedaginganku, yang terjadi beruntun tanpa mampu aku untuk menghentikan ledakan demi ledakan kenikmatan itu, aku sampai melonglong putus asa! Ya,Tuhan! tolong hentikan kegilaan kenikmatan yang kini sedang melanda daging-dagingku ini. aku malu Tuhan! aku malu! malu! malu! malu pada anak lakiku kandung yang telah mampu dan benar-benar berhasil membuatku terangsang hebat hawa nafsu birahiku sebagai seorang perempuan! ganas dan buasnya serta lamanya anak lakiku memakan daging kemaluanku itu ternyata telah berhasil membuat diri sang ibu kandung ini jebol imannya, lupa akan harkat dan martabatnya sebagai seorang ibu yang pantas dihormati dan dipanuti, berganti menjadi seorang ibu yang liar, jalang, cabul, mesum dan tak tahu malu!!! dengan mengumbar nafsu birahinya sampai keluar tanpa henti...........
Ampun,....... Ya, aku meminta ampun pada anak lakiku, agar dia jangan menyiksa diri ibunya ini lebih lama lagi dengan menggunakan cara memakan daging kemaluannya. sudah cukup rasanya siksaan bathin yang luar biasa kotor dan menjijikan serta kejinya ini. tak cukup dengan itu, aku masih mengiba.... Ya, mengiba-iba pada anakku. memohon... Ya, aku pun memohonnya dengan memelas! tapi, anakku tak peduli, dia malah semakin buas dan semakin rakus melahap dan memakan serta mengunyah-unyah daging kemaluanku itu tanpa ampun dan belas kasihan sedikitpun pada diriku, ibu kandung yang telah mengandungnya didalam perut selama 9 bulan, dan melahirkannya kedalam dunia yang kini bagai neraka saja bagiku.

dan, akhirnya hal yang paling jahanam dan paling terkutuk pun terjadilah.

Anakku mengangkat wajahnya dari daging kemaluanku, sedikit rasa lega timbul dari dalam hatiku. tapi belum sempat aku berbicara atau apapun, tahu-tahu wajahnya yang sudah basah kuyup oleh cairan lendir yang berasal dari kemaluanku dengan bau aroma yang berasal dari kemaluanku menyengat hidungku, wajah anakku telah gantian dibenamkan kewajah cantik jelitaku! dan hatiku pun jadi berubah gugup luar biasa, sebab dengan menempelnya wajah anakku kewajahku berarti.... Tidak! Oh,Tidak! jeritku yang hanya bisa didalam hatiku, aku menjerit, tak mau! tapi aku sudah merasakan tindihan badan bugil anak lakiku ke badan bugilku. dan Ya, Tuhan! kedua belah pahaku masih terpentang lebar-lebar dan memang anakku sudah menimpakan seluruh badan ramping tapi tegapnya itu kesela-sela pahaku itu, yang membuatku jadi tak sempat lagi untuk merapatkan kedua pahaku itu! Ya, Tuhan! ketakutan yang luar biasa menyelinap masuk jauh kejiwaku! Oh, anakku! kekejian apalagi yang akan kamu lakukan pada diri ibunda kandungmu sendiri ini? apa tidak cukup kau siksa dan kotori tubuh dan jiwa ibumu ini, Nak? demikian jerit hatiku. sebagai seorang perempuan dewasa yang sudah amat matang dan pengalaman, tentu aku tahu apa yang akan dilakukan oleh anak lakiku ini. apalagi kalau bukan mau melesakkan masuk batang daging kemaluannya yang sudah sejak lama berdiri tegang dan keras itu, kedalam lubang daging kemaluanku yang sudah tidak lagi siap dan bisa dimasuki, tapi malah sudah lapar luar biasa akan daging kemaluan laki-laki apalagi yang sebesar, sekokoh dan setangguh milik anak lakiku ini! maka batas pagar moral seorang ibu dan anak kandungpun sesaat lagi akan roboh hancur........dan percuma, teriakan kalang kabut penolakan dan perlawanan serta peringatan dari sang ibu, bahwa hal yang satu ini jangan, sekali-kali jangan sampai dilakukan oleh mereka, sebagai ibu-anak yang masih sedarah dan sedaging! dosa itu tak akan mampu mereka pikul, dan tak ada ampun bagi ibu-anak sekandung yang melanggarnya, pintu tobat tak akan dibukakan oleh Tuhan bila sampai ibu-anak sekandung berbuat hal yang paling dosa, paling kotor dan paling menjijikan yang jelas paling dilarang oleh Tuhan untuk dilakukan oleh anak manusia, yaitu ibu dan anak yang masih sekandung, sedarah dan sedaging melakukan hubungan kelamin dengan kelamin seperti layaknya suami dan isteri yang sah! tapi, anak lakiku sudah tuli......... dan hatinya pun sudah tertutup!

aku merasakan kedua belah pahaku dikuakkan lebih lebar lagi oleh anak lakiku itu, aku masih mencoba untuk melawannya, tapi lagi-lagi aku kalah kuat, kini kedua belah pahaku terkuak lebar sekali, dan anakku mendesakan batang daging kemaluannya yang luar biasa besar dan kerasnya itu kuat-kuat kecelah daging kemaluanku yang sudah luar biasa basah tapi sempit sekali, dimasukinya dagingku itu secara paksa, aku sampai menjerit dan meringis kesakitan, pedih dan perih juga celah daging sempit milikku ini dimasuki secara begitu kasar dan paksa oleh anak lakiku itu....... dan air mataku jatuh berderai-derai, seiring dengan tangisan piluku, aku merasakan meski sulit dan lambat sekali, tapi pasti dan pasti .... daging keras milik anak lakiku sendiri itu melesak, dan melesak masuk terus kedalam daging tubuhku yang ibu kandungnya sendiri, memadati seluruh daging kemaluanku dan tak ada lagi rasanya ruang didaging kemaluanku yang tak bergesekan dengan batang daging kemaluan anak lakiku itu! yang kini sudah masuk semua! ya, semua! semua batang daging kemaluan anak laki kandungku sudah masuk kedalam daging kemaluanku yang ibu kandungnya sendiri! jadi dosa laknat jahanam itu telah terjadi juga didiriku dengan anak lakiku itu. aku menangis..... dan menangis.......pilu!

dan aku terpekik keras disusul tangisku tersedu-sedu, karena aku merasakan ujung daging kemaluan anak lakiku telah mulai menyentuh dan menghantam dan menghantam daging peranakanku itu secara begitu kuat dan kerasnya, Ya, Tuhan! ampun rasa nikmat dan gelinya bagian daging rahimku itu dibegitukan oleh anak lakiku itu. tapi, Tuhan! jeritku pilu dan putus asa, daging yang menghantam dagingku adalah milik anak darah dagingku sendiri, dia yang melakukannya Tuhan! padahal apa tidak semakin menambah besar dosa-dosaku sebagai seorang ibu? yang daging tubuhnya kini dipenuhi dengan daging yang berasal dari dirinya sendiri, dinikmati dan dipuasi oleh anak laki kandung sendiri?!!! apa dayaku Tuhan, tak kuasa aku menolak gesekan dagingku dan daging anak laki kandungku itu yang sedemikian luar biasa enak dan nikmatnya ini......... enak dan nafsu luar biasa, Tuhan!

Dan, entah berapa lama, aku sudah setengah tak sadarkan diri dan sama sekali juga sudah tak ingat jam berapa dan sudah berapa jam sebenarnya aku dan anak lakiku ini berada didalam neraka dunia nafsu yang paling merangsang dan paling menikmatkan ini, tapi juga sekaligus paling berdosa, paling terlarang, paling kotor dan paling menjijikkan. aku bergumul dan meronta secara kedagingan sepenuhnya dengan anak lakiku sendiri, peluhku, lendirku, ludahku sudah seperti dagingku melebur menyatu dengan milik atau yang keluar dari anak laki kandungku. tangisku bercampur dengan erang rintihku, keadaan jiwaku saat ini benar-benar sudah kacau balau, sebentar aku menangis dan menangis hancur hatiku oleh perbuatan tega ala binatang hewan tak bermoral anakku itu pada diriku, ibu kandungnya; tapi sebentar aku terengah-engah dengan erang rintih yang membuat anak lakiku semakin nafsu padaku, dan semakin anakku nafsu semakin aku merasakan kenikmatan demi kenikmatan yang luar biasa itu, dan ternyata ketegaan anak lakiku itu untuk berbuat dosa dengan benar-benar menyetubuhi diriku yang ibu kandungnya sendiri itu, telah membuatku jadi luar biasa terangsangnya, terus terang kuakui belum pernah dalam seumur hidupku aku terangsang nafsuku sampai senafsu ini............... maka aku bagai orang gila atau bagai seekor kuda betina yang diberi suntikan obat perangsang nafsu, sebentar aku meronta-ronta sejadi-jadinya, dan mencoba untuk melepaskan diriku dari tindihan dan pelukan anak lakiku yang sedang menyiksa tanpa ampun bathin dan jiwaku ini lewat hubungan daging kemaluanku dengan daging kemaluannya! tapi sesaat kemudian aku memeluknya erat-erat malah kuciumi habis-habisan wajah tampannya, mulutnya kukulum dan kulumat habis, lidahku juga kumasukan kedalam mulutnya bertaut-tautan dengan lidah anakku, yang jelas semua yang kulakukan itu bagai menyiram bensin kedalam kobaran api, anakku jadi makin nafsu dan makin nafsu! aku sendiri lebih-lebih lagi, nafsu dan nafsu sekali aku saat anakku nafsu! tubuh telanjang bulatku dan anakku bergelut luar biasa rapat dan lekatnya, seolah lebur kembali daging2 ibu anak lain jenis itu jadi satu, dan aku dan anakku bergumul dan bergerak liar kesegala penjuru ranjangku, dalam upayaku dan anakku untuk membuat nafsu-nafsu binatang kita terlampiaskan dengan nikmat yang dahsyat! peluh yang bercucuran dari tubuh polosku dan anakku telah campur jadi satu. Ya,Tuhan! ini perbuatan yang teramat bejat dan kotor tapi kenapa, Ya, kenapa seenak dan senafsu ini aku dan anakku jadinya? belum pernah nafsu birahiku terangsang seperti yang kualami saat ini, yang tentu saja persetubuhannya jadi luar biasa nikmat dan enaknya! jadi bagaimana ini, hubungan yang terlarang antara ibu dan anak yang sekandung ternyata jauh lebih merangsang dan lebih nafsu dibanding dengan hubungan yang dilakukan oleh sepasang suami isteri???

dan dibawah deru napas berat memburu dari anak lakiku, dan lengkingan pekik tangis jeritku, dan setiap kali begitu, terutama menjelang dan saat terjadinya aku dan anakku mencapai puncak-puncak kenikmatan perzinahan kedagingan yang menjijikan itu terjadi, dan entah berapa kali dalam semalaman itu, aku sudah tak mungkin untuk menghitung lagi, berapa kali anak laki kandungku menyembur dan menyemburkan air maninya¸kedalam rahimku! anak lakiku baru ambruk menindihi badan telanjang bulatku, dan kehabisan tenaga setelah hari menjelang pagi, dan sperma dikemaluan anakku itu rupa-rupanya juga telah terkuras habis seluruhnya oleh hubungan persetubuhan yang marathon sepanjang malam yang aku dan anak lakiku lakukan! sepanjang malam itu memang daging tubuhku dan daging tubuh anakku yang telanjang bulat bulat seperti tak pernah lepas, tapi terus melebur, menyatu dari ujung rambut sampai keujung kaki, dan sepanjang malam! menjelang fajar itu, baru aku dan anak lakiku sama-sama tergeletak kelelahan dan puas luar biasa dan tidur terlelap sampai keesokan siang harinya! aku dan anakku tidur tanpa sadar apa-apa, persetubuhan penuh dosa yang terjadi sepanjang malam itu sungguh menguras habis tenagaku dan tenaga anakku. untung keesokan harinya, hari minggu, hingga anak lakiku tak perlu sekolah dan tak ada pula kedua putriku yang sudah berkeluarga itu datang kerumahku, mereka acara dengan anak2 mereka, kalau tidak, aku tak dapat membayangkan akibatnya! meski pintu kamarku sudah kukunci, tapi tetap dari pinggir jendela, kedua putriku bisa melihat ke ranjangku secara bebas, dan tidak shock lagi, bila kedua putriku itu melihat keadaan ranjangku dan diriku dan diri anak lakiku disaat itu, bisa-bisa mereka jatuh pingsan saking kaget dan tak percayanya. ibu kandung yang selama ini mereka hormati, kasihi, anggun, halus dan lembut, pendidikan yang tinggi dengan moral yang kuat, tekun dalam bergereja, iman yang tak pernah mudah digoda oleh laki-laki selain suaminya sendiri. tapi, kini ternyata adalah seorang ibu, seorang isteri, seorang wanita yang..............

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar